Kamis, 11 Desember 2014

MENELAAH MASALAH PADA YANG MAHA MASALAH




Alhamdulillah ngajiers, di pagi yang adem2 full musik alam berkat siraman hujan dr Allah SWT ini, ane dapat pencerahan dari status Ustadz Fathurrahman Kamal, Lc., M.Si. Beliau ustadz pengasuh di PP. Budi Mulia Yogyakarta, pondok pesantren mahasiswa paling keren di Jogja lah pokoknya, hehe dan biografi singkat beliau bakal ane sertakan di penghujung acara nanti, ais kaya acara apa wae. hehe.

Oke ngajiers, langsung deh nih ane share di sini, tentunya atas seizin beliau, semoga memberi manfaat untuk kita semua, amin.

Tadabbur Al-Qur’an : Empat Kesulitan Hidup dan Solusinya


1) Ada kalanya hidup ini terjerat kuat dalam kekangan syahwat; hidup permissif, hedonis; coba perhatikan sholat kita !

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam/19:59)


2) Kadang pula hati ini terasa keras, tak mudah terenyuh, tiada empati terhadap penderitaan pahit orang lain, buruk perangai, terasa pula penderitaan yang sangat di tengah kelapangan materi, petunjuk Allah terasa jauh tak terjangkau; mari kita evaluasi hubungan dan bakti kita kepada Ibu !

وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا
“Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.” (QS. Maryam/19:32)

3) Jika terasa kesedihan tak lagi terbendung, galau, hidup menyesakkan dan terasa sempit; coba kita renungkan relasi dan interaksi kita dengan Al-Qur’an !

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". (QS. Thaha/20:124)

4) Seringkali diri ini tak mampu tegar dan istiqamah di atas kebenaran (al-haq), iman terasa hambar tak membekas, bimbang dan tidak konsisten; jangan-jangan kita terlalu apatis dan cuek, bahkan tak peduli samasekali dengan pesan-pesan kebaikan yang sampai kepada kita, apalagi mengamalkannya !

وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا
“Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka).” (QS. Al-Nisa’/4:66)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ، وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ
“Ya Allah aku memohon ketegaran hati dalam setiap urusanku dan tekad yang bulat di atas jalan yang lurus.” (HR.Tirmidzi & Ahmad)







Biografi Ustadz Fathurrahman Kamal, Lc., M.Si.
Lulus S1 Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah Kerajaan Arab Saudi tahun 1999, Menyelesaikan S2 Filsafat dan Hubungan Antar Agama Konsentrasi Filsafat Islam UIN Yogyakarta pada tahun 2006. Beliau termasuk salah satu Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 1993 dan aktif sebagai Guru di Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) tahun 1993 – 1995. Saat ini Aktif sebagai Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2010 – 2015 dan Direktur Institut Pemikiran Islam (IPI) Jogja, selain itu juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Pendidikan Bahasa Arab dan Studi Islam “Ma’had Ali Bin Abi Thalib” UMY. Mata kuliah yang diampu; Bahasa Arab, Filsafat Dakwah, Aqidah Akhlak, Arabic for Islamic Teachers.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar